Radio Pertanian Wonocolo

Hanya Kami yang Memadukan Teknologi dan Budaya

Hindari Makanan Beracun Disekitar Kita Oleh Ir Darminto Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Oleh Ir Darminto Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim

  1. Pendahuluan.

Penyakit yang timbul karena pangan tercemar menjadi masalah serius bukan hanya di masyarakat kita, tetapi juga di percaturan dunia. Masalah keamanan pangan yang menjadi penyebabnya perlu ditangani bersama baik oleh pemerintah, produsen maupun konsumen. Produsen pangan bertanggung jawab mengendalikan keamanan pangan yang dihasilkan, konsumen bertanggung jawab memantau keamanan pangan yang ada disekitarnya, sedangkan pemerintah bertanggung jawab mengatur dan mengawasi keamanan pangan yang beredar di masyarakat.

Situasi keamanan pangan di Jawa Timur masih didominasi oleh dua hal yaitu : (1) keberadaan residu pestisida pada berbagai jenis hasil pertanian dan (2) perilaku produsen makanan yang menggunakan zat pengawet, zat pewarna buatan yang tidak sesuai dengan ketentuan misalnya : Boraks, Formalin dan Rodamin B.

  1. Jenis Zat Pengawet dan Zat Pewarna

Buatan.

  1. a) B O R A K S

Boraks merupakan senyawa berbentuk kristal, warna putih, tidak berbau, larut dalam air dan stabil pada suhu dan tekanan normal.

Boraks disebut juga diantaranya: Sodium Borate, Boraks Decahydrate, Sodium Biborate Decahydrate, Disodium Tetraborate Decahydrate, Boron Sodium Oxide, Fused Boraks.

Boraks dilarang digunakan sebagai bahan tambahan makanan sesuai dengan Permenkes Nomer : 722/Menkes/Per/IX/1988 tentang bahan tambahan makanan.

Bahaya Utama Terhadap Kesehatan

§ Boraks beracun terhadap semua sel

§ Bila tertelan dapat mengakibatkan efek pada susunan saraf pusat.

§ Kosentrasi tinggi dapat dicapai selama ekskresi.

§ Ginjal merupakan organ yang paling mengalami kerusakan.

§ Dosis fatal untuk Dewasa 15 – 20 gram

§ Dosis fatal untuk anak-anak 3 – 6 gram

Tanda dan Gejala Akut Bila Terpapar

Boraks.

ü Jika terhirup atau tertelan, dapat menimbul kan iritasi pada selaput lendir dengan batuk-batuk dan dapat diadsorbsi menimbulkan efek sistemik seperti badan rasa tidak enak , mual, nyeri hebat pada perut bagian atas, pendarahan gastro entritis disertai muntah darah, diare, lemah,

mengantuk, demam dan rasa sakit kepala.

ü Jika kontak dengan kulit atau mata, dapat menimbulkan iritasi, mata memerah dan rasa perih.

  1. b) F O R M A L I N

Formalin adalah suatu larutan yang tidak berwarna, berbau tajam yang me ngandung ± 37 % formaldehide dalam air, biasanya ditambahkan metanol 10 -15 % sebagai pengawet.

Bahaya Utama Terhadap Kesehatan

v Jangka Pendek

Bila tertelan, maka mulut, tenggorok an dan perut terasa terbakar, sakit menelan, mual, muntah dan diare, dapat terjadi pendarahan, sakit perut hebat, sakit kepala, hipotensi (tekanan darah rendah), kejang, tidak sadar hingga koma.

Disamping itu formalin juga menyebabkan kerusakan jantung, hati, otak, limpa, pankreas, sistem saraf pusat dan ginjal.

v Jangka Panjang

Mengkonsumsi makanan yang me ngandung formalin, efek sampingnya tampak setelah jangka panjang, karena terjadi aku- mulasi formalin dalam tubuh. Timbul iritasi pada saluran pernapasan, sakit kepala, muntah, rasa terbakar pada tenggorokan dan rasa gatal di dada.

Ciri-ciri Produk Pangan Yang Mengandung

Formalin

v IKAN BASAH

§ Warna putih bersih dan tekstur kenyal

§ Insang berwarna merah tua, bukan merah segar.

§ Lebih awet dan tidak mudah busuk.

v IKAN ASIN

§ Tidak rusak sampai lebih dari sebulan pada suhu kamar ( 25°C ).

§ Warna bersih dan cerah

§ Tidak berbau khas ikan asin dan tidak mudah hancur.

§ Tidak dihinggapi lalat bila ditaruh di tempat

Terbuka

v TAHU

  • Tekstur lebih kenyal
  • Tidak mudah hancur
  • Lebih awet dan tidak mudah busuk

§ Beraroma menyengat karena ada formalin.

v DAGING AYAM

§ Warna putih bersih

§ Lebih awet dan tidak mudah busuk.

  1. c) R O D A M I N B

Rodamin B merupakan zat warna sintetis berbentuk serbuk kristal, tidak berbau, berwarna merah keunguan, dalam larutan berwarna merah terang berpendar. ( Berfluororesensi).

Nama lain atau nama dagang dari Rodamin B adalah Tetra Ethyl Rhodamin, Rhenoine B, D & C Red No. 19, C.I.Basic Violet 10 dan C.I. No. 45179

Rodamin B dilarang digunakan dalam obat, makanan dan kosmetik, sesuai dengan Permenkes No. 239/ Menkes/Per/V/85 tentang Zat Warna Tertentu yang dinyatakan bahan berbahaya.

Bahaya Utama Terhadap Kesehatan

Paparan Rhodamin B dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan fungsi hati/kanker hati.

Tanda dan Gejala Akut Bila Terpapar

Rodamin B

ü Jika terhirup dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan.

ü Jika terkena kulit dapat menimbulkan iritasi pada kulit.

ü Jika terkena mata dapat menimbulkan iritasi pada mata dan mata kemerahan.

ü Jika tertelan dapat menimbuilkan iritasi pada pencernaan dan menimbulkan gejala keracunan serta air seni berwarna merah atau merah muda.

Updated: November 2, 2014 — 4:15 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Radio Pertanian Wonocolo | Hanya Kami yang Memadukan Teknologi dan Budaya © 2014
Design By Dimas Pe Merdeka - Matrix Group